Dari Kesenyapan Tembok Puri Biang ke Kecamuk Perang Korea

1. Bila Malam Bertambah Malam, Putu Wijaya

2. Antropologi Filsafat Manusia (Paradoks dan Seruan), Adelbert Snijders

Suatu refleksi atas pengalaman yang dilaksanakan dengan rasional, kritis, serta alamiah, dengan maksud untuk memahami diri manusia dari segi yang paling asasi ... Titik tolak refleksi untuk filsafat manusia adalah pengalaman manusiawi.

3. Catatan Perang Korea, Mochtar Lubis

Saya rasa, tentang Perang Korea ini amat sedikit ditulis tentang orang Korea sendiri. Rasa mereka, penderitaan mereka dan harapan mereka. Tiap hari kita dengar dan baca tentang kemajuan-kemajuan pasukan Amerika atau Korea Selatan. Opsir ini gagah berani, menang di sana dan di situ. Penerbang anu telah membom ini dan itu. Tetapi amat jarang ditulis penderitaan orang Korea sendiri. Perang ini katanya dilakukan untuk memerdekakan mereka atau mempertahankan kemerdekaan mereka. Tapi siapa yang bisa perkirakan dalam hati orang-orang malang ini, apa mereka suka pada perang seperti ini terjadi. Desa-desa mereka yang dibakar musnah, maut dan kelaparan yang mengamuk tidak kenyang-kenyangnya. Rakyat tidak pernah ditanya. Mereka tidak tahu untuk apa ini semua.

Halaman 39-40

--

--

19. Pramoedya Ananta Toer pernah berkata, menulis adalah bekerja untuk keabadian.

Love podcasts or audiobooks? Learn on the go with our new app.

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store