Musim Paling Buruk untuk Takdir Kita Saling Bersimpang Jalan

Karina
1 min readFeb 28, 2022

Masih kuingat perkataanmu,
bahwa kenangan hujan akan bertahan lama

Aku menyusuri tempat-tempat yang setia menyimpan jejak-jejak kita, di ujung jalan kau menarikku dalam hujan setelah mengungkap cinta, lalu kita saling berdekapan mencari kehangatan,
dengan gemuruh di dada dan badai di atas kepala

Hingga sampai juga aku pada penghabisan,
di depan sebuah lapo tuak, tempat aroma alkohol batak menguar,
dan nyanyian sendu yang bergetar samar di udara mengiringi tutur perpisahan kita,
kau berpaling muka, dan tidak pernah mendengar tangisku dalam gelegar

Dari halaman lapo, rasa perih memanggil-manggil supaya aku singgah, untuk kemudian memadamkan kesadaran
di antara guruh-guruh yang menghina

Kasih, di sore yang basah dengan awan-awan hitam menggantung itu,
kau telah memilih musim yang paling buruk untuk takdir kita saling bersimpang jalan

Karina
14 Februari 2022

Ditulis di suatu siang yang sangat panas. Terinspirasi dari suasana melankolis dari puisi-puisi Aslan Abidin.

--

--